Close Menu
kabarmorut.com
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Deretan Kasus “Bak Hilang Ditelan Bumi” di Polres Morowali : Dari Dugaan Korupsi Hingga Tambang Ilegal

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23

Kasus Tali Asih Topogaro: Laskar Merah Putih Morowali Desak Penetapan Tersangka, Polisi Sudah Periksa 8 Saksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:51

JMSI Sulawesi Tengah Kecam Pernyataan Mantan Direktur RSUD Undata Yang Hina Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:56
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
Facebook X (Twitter) Instagram
kabarmorut.comkabarmorut.com
Subscribe
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
kabarmorut.com
Beranda » Dari HUT Sulteng ke Pusat: Seruan untuk Keadilan Dana Bagi Hasil dan Otonomi Daerah
Ekonomi

Dari HUT Sulteng ke Pusat: Seruan untuk Keadilan Dana Bagi Hasil dan Otonomi Daerah

Erny MegaErny MegaSenin, 14 April 2025 - 13:563 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

PALU, KABARMORUT.com – Di tengah gegap gempita peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), ada cerita yang lebih dalam daripada sekadar tawa dan sorak-sorai. Di atas podium, Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., berdiri dengan wajah penuh tekad. Ia menyadari bahwa momen ini bukan hanya tentang merayakan usia provinsi, tetapi juga tentang memperjuangkan hak-hak daerah yang terasa semakin terpinggirkan.

Hadir di antara hadirin adalah putra-putri terbaik Sulteng yang kini duduk di kursi-kursi strategis di pusat pemerintahan. Ada Menteri Hukum Dr. Supratman Andi Agtas, legislator seperti Muhidin Mohamad Said dan Drs. H. Longki Djanggola, serta senator Abcandra Muhammad Akbar. Tak ketinggalan, beberapa birokrat senior seperti Sudaryano Lamangkona dan Dr. Drs. Mulyadin Malik turut menyaksikan pidato gubernur malam itu. Semua mata tertuju pada sosok pemimpin daerah yang tampak begitu serius, seolah ingin menumpahkan segala isi hatinya.

“Kami di daerah sudah tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan,” ucap Gubernur Anwar Hafid dengan nada suara yang penuh kegelisahan. Ia mulai menceritakan bagaimana pengalihan kewenangan pengadaan bibit pertanian, alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, hingga perahu nelayan dari daerah ke pusat telah menjadi batu sandungan besar bagi masyarakatnya. Program BERANI Panen Raya dan BERANI Tangkap Banyak yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan pun terancam gagal. “Minta ke pusat? Susah sekali,” lanjutnya, sambil berharap agar kewenangan tersebut dikembalikan kepada daerah.

Tak hanya persoalan pertanian, kelangkaan tabung gas elpiji 3 Kg juga menjadi beban berat bagi masyarakat Sulteng. Di beberapa wilayah, harga gas melonjak tinggi, membuat rakyat semakin sulit bertahan hidup. Gubernur pun memohon kepada Menteri Hukum yang hadir untuk membantu menyampaikan aspirasi ini ke pusat. “Tolong pak menteri, SPBU dan SPBE harus diperbanyak agar kuota gas elpiji kami bisa ditambah,” pintanya dengan nada penuh harap.

Di sektor tambang mineral dan batubara, masalah Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi cerita lain yang tak kalah pilu. Sebagai daerah penghasil, Sulteng merasa kontribusinya belum mendapatkan imbalan yang adil. DBH yang seharusnya menjadi daya dorong fiskal justru terasa seperti setetes air di padang pasir. “Daerah penghasil harus mendapatkan pembagian yang proporsional. Tanpa itu, kami sulit membangun,” ungkapnya dengan nada tegas.

Namun, di tengah semua tantangan ini, Gubernur Anwar Hafid tak lupa membawa kabar optimisme. Ia mengungkapkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak kendaraan bermotor. PBB-KB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) dan PBBNKB (Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) menjadi andalan baru untuk menambah kas daerah. “Tidak boleh beroperasi kalau tidak balik nama,” tegasnya, menegaskan pentingnya kepatuhan pajak bagi kendaraan plat luar Sulteng.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada para pejabat asal Sulteng yang kini berada di pusat. “Kami butuh kalian menjadi corong kami di sana,” ujarnya, meminta dukungan mereka untuk merevisi kebijakan yang lebih adil. Ia berharap desentralisasi dapat kembali ke fitrahnya sebagai delegasi kepercayaan pusat kepada daerah untuk mengelola pembangunan sesuai karakteristik lokal.

Gubernur Anwar Hafid menutup pidatonya dengan pesan yang menggetarkan hati. “Tidak akan ada kemajuan jika ketimpangan seperti ini terus berlanjut,” katanya, menekankan pentingnya keadilan dalam pembangunan nasional.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Erny Mega

Related Posts

Kecewa Sikap Abai Perusahaan, Warga Lokal di Kawasan Industri PT IHIP Siapkan Aksi Susulan

Senin, 4 Mei 2026 - 01:22

Praktik Premanisme dan Antrean Jeriken: Carut-marut Distribusi Solar Subsidi di SPBU Emea Morowali

Kamis, 30 April 2026 - 20:30

Gubernur Diminta Evaluasi, Pejabat Serta Elit Politik Diduga Bermain Dengan Oknum Di BTIIG Dan IHIP

Selasa, 28 April 2026 - 10:11
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-Jurnalis.mp4
https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-jurnalis2.mp4
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Imigrasi Morowali (@imigrasimorowali)

kabarmorut.com
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
© 2026 PT MOROWALI CITRA MEDIA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.