MOROWALI, KABARMORUT.com – Aliansi Masyarakat Industri (AMKI) baru saja melakukan demonstrasi di PT. Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) ternyata tidak menghasilkan kesepakatan, sebagaimana yang diinginkan warga lokal diwilayah kawasan industri
“Tuntutan demo kemarin, tidak diindahkan oleh pihak perusahaan” Kata Dani, salah satu warga lokal yang aktif menyuarakan aspirasi warga dan tergabung di AMKI.
Sikap abai perusahaan yang tidak mengakomodir aspirasi masyarakat menjadi gelombang amarah dan jadi pemicu bermunculannya, protes warga lokal dan membuat AMKI harus bersikap tegas untuk lakukan aksi demo jilid II.
“Kami nilai perusahaan telah abai dengan aspirasi warga lokal kawasan industri, aksi jilid II, ini semakin menarik dan luapan emosi warga tentu jadi poin didemo nanti,” Ujar Albar mewakili AMKI.
Albar menambahkan, isu sentral demo AMKI jilid II, membawa isu sektoral dan ketimpangan. Sikap perusahaan yang dinilai menjadi pemicu terjadinya polemik dan meningkatnya gelombang protes di kawasan industri sehingga menjadi penghambat proses berjalannya investasi di kawasan industri.
“Mulai dari sitem rekrutmen karyawan, kemudian proses uji publik AMDAL, sekarang muncul lagi dugaan hilangnya dana tali asih senilai 500jt, dan juga dugaan intervensi pihak-pihak luar yang mengatas namakan orang dekat bupati, dan beberapa isu lainya, yang akan tertuang dalam tuntutan nantinya. Tentu poin itu jadi pemicu lambatnya investasi,” Tambahnya.
Demo AMKI jilid II, untuk sementara merilis beberapa tuntutan yaitu:
- Copot dan pecat manager eksternal Alim Hendra.
- Segera lakukan kembali konsultasi publik dengan melibatkan, Desa Uedago dan Desa Wata.
- Berlakukan rekrutmen kariyawan dengan sistem satu pintu di semua level pekerjaan (Skil dan Nonskil).
- Menolak semua oknum yang mengatasnamakan utusan khusus Pemda Morowali, dalam kawasan PT. BTIIG dan PT. IHIP

