Close Menu
kabarmorut.com
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Deretan Kasus “Bak Hilang Ditelan Bumi” di Polres Morowali : Dari Dugaan Korupsi Hingga Tambang Ilegal

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23

Kasus Tali Asih Topogaro: Laskar Merah Putih Morowali Desak Penetapan Tersangka, Polisi Sudah Periksa 8 Saksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:51

JMSI Sulawesi Tengah Kecam Pernyataan Mantan Direktur RSUD Undata Yang Hina Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:56
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
Facebook X (Twitter) Instagram
kabarmorut.comkabarmorut.com
Subscribe
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
kabarmorut.com
Beranda ยป Deretan Kasus “Bak Hilang Ditelan Bumi” di Polres Morowali : Dari Dugaan Korupsi Hingga Tambang Ilegal
Hukum dan Keamanan

Deretan Kasus “Bak Hilang Ditelan Bumi” di Polres Morowali : Dari Dugaan Korupsi Hingga Tambang Ilegal

Erny MegaErny MegaSelasa, 12 Mei 2026 - 13:232 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link
Mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya
Share
WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

MOROWALI, KABARMORUT.com – Sejumlah persoalan yang diadukan masyarakat Morowali hingga saat ini dinilai mandek ditangan pihak kepolisian di Morowali. Hal ini mengakibatkan kepercayaan publik kepada Polri kian minipis di wilayah hukum Polres Morowali Polda Sulteng.

Kondisi ini pun memicu sorotan publik terhadap kepimimpinan AKBP Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H, selaku pimpinan tertinggi di Mako Polres Morowali. Hal ini dikarenakan Kapolres Morowali dinilai tidak mampu memberikan rasa aman ataupun mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

Lamban dalam merespon dan menangani keluhan serta laporan masyarakat adalah salah satu dari sekian rentetan keluhan masyarakat terhadap institusi kepolisian di Morowali. Belum lagi soal transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik mengenai proses hukum yang berjalan soal penambangan ilegal dan BBM ilegal yang marak terjadi.

Ada beberapa contoh kasus yang menjadi atensi publik, namun entah mengapa?, “bak hilang ditelan bumi”. Mulai dari soal dugaan ijazah palsu Kades Tondo, soal dugaan korupsi proyek pengadaan sapi di Dinas Pertanian Morowali, dugaan penggelapan dana tali asih Topogaro, dugaan penggelapan dana tali asih Torete hingga dugaan pemalsuan SKPT / SKT tanah Torete.

Tidak hanya itu, mengenai penyidikan dan penyelidikan judi sabung ayam terbesar di kecamatan Bahodopi, penambangan ilegal galian batuan di Bungku Tengah dan Bahodopi, penyalahgunaan bahan bakar ilegal maupun kasus-kasus curanmor yang marak dilingkar kawasan industri jarang didapati press rilis mengenai perkembangan perkaranya.

“Aduan masyarakat utamanya diwilayah kawasan industri hingga saat ini banyak belum terungkap, dan masih banyak persoalan lain diduga kurang direspon dan minim transparansi dari pihak kepolisian yang dipimpin Kapolres Morowali saat ini,” ujar Irwan Arya salah seorang masyarakat Morowali, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD

Sebelumnya, Polres Morowali kurang mendapatkan kritik sebab dinilai selalu menanggapi aduan masyarakat ataupun keluhan masyarakat dengan respon yang cukup sigap, pimpinan Polres selalu menyahuti keluhan dengan melakukan penindakan dan kemudian melakukan press rilis yang menjadi atensi publik

“Kami tidak membedakan, Kapolres saat ini dan Kapolres sebelum-sebelumnya. Persoalan masyarakat selalu di respon, kemudian disampaikan ke media. Dulu persoalan perusahaan dengan masyarkat selalu selesai tanpa ada masyarakat yang harus diproses hukum, kemarin ada beberapa masyarakat harus di proses padahal mereka menuntut hak mereka,” ungkap Masyarakat Bungku Selatan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Olehnya perlu ada evaluasi pada Kepolisian Morowali, utamanya Kapolres yang dinilai menurun tingkat kepercayaannya oleh publik dalam merespon juga menyahuti kritikan terhadap institusi Kepolisian, apalagi postingan di Facebook, maupun di group WA terkait kritikan masyarakat harusnya menjadi bahan evaluasi Kapolres Morowali.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Erny Mega

Related Posts

Kasus Tali Asih Topogaro: Laskar Merah Putih Morowali Desak Penetapan Tersangka, Polisi Sudah Periksa 8 Saksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:51

Hari Buruh di Morowali Utara Berjalan Aman, Kapolres Salat Jumat Bersama serta Bagikan Makanan dan Minuman Gratis kepada Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:53

Eks Ketua DPRD Morowali: Wakil Rakyat Jangan ‘Tuli’ dan ‘Buta’ Soal Polemik Tali Asih

Kamis, 30 April 2026 - 20:42
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-Jurnalis.mp4
https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-jurnalis2.mp4
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Imigrasi Morowali (@imigrasimorowali)

kabarmorut.com
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
© 2026 PT MOROWALI CITRA MEDIA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.