Close Menu
kabarmorut.com
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tragedi di Jalan Koromatantu: Kisah Perjuangan Pdt. Yetty Engka Mencari Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:05

Dikawal Ketat TNI-Polri, Kejari Morowali Utara Tangkap Mantan Bupati di Rumahnya

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:24

Deretan Kasus “Bak Hilang Ditelan Bumi” di Polres Morowali : Dari Dugaan Korupsi Hingga Tambang Ilegal

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
Facebook X (Twitter) Instagram
kabarmorut.comkabarmorut.com
Subscribe
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
kabarmorut.com
Beranda » Tragedi di Jalan Koromatantu: Kisah Perjuangan Pdt. Yetty Engka Mencari Keadilan
Hukum dan Keamanan

Tragedi di Jalan Koromatantu: Kisah Perjuangan Pdt. Yetty Engka Mencari Keadilan

Erny MegaErny MegaJumat, 15 Mei 2026 - 12:053 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link
Kaki kanan Pendeta Yetty Engka yang diamputasi akibat terlindas truck tronton pada 9 Maret 2026
Share
WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

PALU, KABARMORUT.com – Peristiwa tragis terjadi di ruas jalan Koromatantu pada Senin, 9 Maret 2026. Sebuah truk tronton pengangkut alat berat untuk proyek cetak sawah terguling dan melindas kaki seorang warga Moleono, Pdt. Yetty Engka.

Kecelakaan yang terjadi di siang hari, saat arus lalu lintas ramai, meninggalkan luka fisik sekaligus trauma mendalam bagi keluarga korban. Ironisnya, kendaraan besar tersebut melintas tanpa pengawalan, padahal mobilisasi alat berat pada jam sibuk jelas berisiko tinggi.

Fakta pahit pun terjadi, kecelakaan tak terelakkan dan korban jatuh.

Kecelakaan tersebut mengubah hidup Pdt. Yetty Engka secara drastis. Hampir dua bulan lamanya ia menjalani perawatan intensif di RSUD Undata Palu. Dua kali operasi amputasi pada kaki kanan harus dijalani, disertai pemasangan pen pada kaki kiri.

Kini, kehidupan keluarga berubah total. Tiga putri mereka yang tengah menempuh pendidikan harus menyaksikan sang ibu terbaring lemah, berjuang antara harapan dan kenyataan.

Meski demikian, keluarga tetap memilih memaknai musibah ini sebagai ketetapan Tuhan. Saat media berkunjung ke rumah tempat Pdt. Yetty menjalani masa pemulihan di Palu, Kamis malam, 14 Mei, senyum tetap terpancar dari wajahnya, suami Richard Ipang, dan anak-anak mereka.

Pemilik Tronton Meminta Uang Bantuan Pengobatan Rp 25 Juta Dikembalikan

Sorotan kini tertuju pada pemilik truk tronton, Roberto Dee, yang sempat mendatangi keluarga korban saat perawatan di RSUD Undata Palu. Ia menyatakan kesediaannya membantu biaya pengobatan yang ditaksir mencapai Rp99.250.000.

Kesepakatan awal, ia menyerahkan Rp30 juta terlebih dahulu dan berjanji melunasi sisanya secara cicilan Rp10 juta per bulan. Korban pun harus menjalani kontrol medis dua kali seminggu selama tiga bulan.

Namun situasi berubah setelah transfer awal dilakukan. Pemilik kendaraan meminta bantuan kesepakatan keluarga agar mobilnya bisa segera keluar dari Polres Morowali Utara. Keluarga korban meminta adanya surat perjanjian sebagai jaminan komitmen pembayaran.

Tidak lama kemudian, Roberto Dee meminta kembali Rp25 juta dari Rp30 juta yang telah diberikan, dengan alasan hanya menyumbang Rp5 juta.
“Saya minta kembali 25 juta dari 30 yang saya transfer. Lima juta saya sumbang saja. Kasus dilanjutkan karena tidak sesuai kesepakatan,” tulis Roberto Dee saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp, 14 Mei 2026.

Ia bahkan meminta pertemuan lanjutan di Polres Morowali Utara pada Senin, 18 Mei.
Di sisi lain, kondisi Pdt. Yetty belum memungkinkan ditinggal sendiri, sehingga suami tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut.

Keluarga kini berharap ada rasa keadilan dan kepastian. Mereka juga berharap bisa menjalin komunikasi dengan sosok muda yang peduli pada kemanusiaan dan berasal dari daerah yang sama, Dr. Mardiman Sane, agar dapat membantu memfasilitasi komunikasi dengan pihak kepolisian.

Kini keluarga hanya meminta satu hal: keadilan, kepastian, dan kepedulian.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Erny Mega

Related Posts

Deretan Kasus “Bak Hilang Ditelan Bumi” di Polres Morowali : Dari Dugaan Korupsi Hingga Tambang Ilegal

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23

Kasus Tali Asih Topogaro: Laskar Merah Putih Morowali Desak Penetapan Tersangka, Polisi Sudah Periksa 8 Saksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:51

Hari Buruh di Morowali Utara Berjalan Aman, Kapolres Salat Jumat Bersama serta Bagikan Makanan dan Minuman Gratis kepada Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:53
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-Jurnalis.mp4
https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-jurnalis2.mp4
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Imigrasi Morowali (@imigrasimorowali)

kabarmorut.com
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
© 2026 PT MOROWALI CITRA MEDIA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.