LEMBO, KABARMORUT.com – Hampir sepekan masyarakat kecamatan Lembo kabupaten Morowali Utara (Morut) kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis Solar, Pertalite, Pertamax. Kesulitan bbm tersebut dirasakan warga sejak hari minggu (16/8/20260 hingga Kamis malam (21/8/2026).
Warga Desa Beteleme, Fitriany Putry, ditemui Rabu (20/8/2026) saat dirinya mau mengantarkan dagangannya kepada pelanggan turut mengeluhkan kesulitan pengisian bbm yang bahkan tidak lagi tersedia di kios-kios pengecer sepanjang jalan Kecamatan Lembo. Bukan hanya dikios kios,tetapi BBM juga kosong di SPBU Beteleme.
Kondisi ini menurut Fitriany sangat mempengaruhi dengan aktivitasnya sebagai pedagang kuliner.
“Saya sudah kesana kemari cari bensin untuk isi motorku, tidak ada saya dapat. Sementara saya mau melayani konsumenku yang sudah memesan daganganku lewat online,” ujar Fitriany. Situasi serupa juga dialami Ardam Tetala, warga Desa Wara’a yang mengaku kesulitan mendapatkan pertalite maupun Pertamax. Menurutnya,hal ini baru kali ini terjadi di Kec Lembo.

“Saya heran kenapa sesulit ini warga mau mendapatkan bbm.Bahkan warga juga sudah banyak yang mendatangi pihak SPBU yang berada di Desa Beteleme juga tidak ada.
Menyikapi keluhan warga itu, Kabar Morut kemudian mendatangi SPBU yang berada di Beteleme, untuk mendapatkan keterangan resmi mengapa terjadi kesulitan BBM.
Paulus Kandola selaku manajer oprasional spbu Beteleme yang ditemui media ini diruangan kerjanya, Kamis malam, (20/8/2026), menjelaskan, jika kelangkaan BBM yang dialami oleh warga telah terjadi sejak Minggu,16 agustus 2026 hingga Kamis (20/8/2026).
“Kami selaku pihak pengelola spbu Beteleme terakhir melakukan penjualan pada Sabtu,15/8/2026 dan minggu kosong karena tanggal merah, Senin juga demikian kosong dikarenakan tanggal merah dalam rangka HUT RI ke 81,selanjutnya Selasa, Rabu, Kamis untuk bahan bakar pertalite dan pertamax belum ada karena mesin pompa ke dua bahan bakar tersebut lagi dalam perbaikan dan pembersihan selang menjaga kemungkinan ada kebocoran. Selain itu kami juga akan melakukan pemindahan posisi mesin pompa untuk pertalite dan pertamax agar memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkannya, ” jelas Paulus kepada Kabar Morut
Paulus berharap Kondisi ketersediaan pertalite dan pertamax akan kembali normal pada hari Jumat (21/8/2026).
“Kami sebagai pihak pengelola SPBU Beteleme akan berupaya sebisa mungkin kembali normal setelah pompa yang sedang diperbaiki dan dibersihkan oleh tim teknik mesin yang kami datangkan dari Palu,” ungkapnya.
Ditambahkannya untuk Bahan bakar Solar sejak Rabu dan Kamis sudah bisa didapatkan masyarakat di SPBU Beteleme. Pertalite dan pertamax sudah masuk di hari yang sama tetapi masih posisi didalam mobil tangki dan belum bisa dipindahkan dalam mesin pompanya karena masih dalam perbaikan pipa slang yang kemungkinan ada yang bocor dan dapat mengakibatkan nanti minyak akan merembes kedalam tanah yang dapat mencemari sumber air bersih warga sekitar.
Sementara itu, Krismanto selaku tim yang sementara menangani perbaikan mesin pompa yang didatangkan oleh pihak pengelola SPBU Beteleme tidak menjamin target akan bisa selesai dan bisa beroperasi pada Jumat. Dirinya juga tidak berani untuk mengerjakan secara terburu buru, pihaknya ingin memastikan safety atau keamanan agar tidak terjadi masalah nanti saat dioperasikan yang dapat dampaknya kepada masyarakat yang melakukan aktifitas pengisian BBM.

