WITAPONDA, KABARMORUT.com – BBM solar subsidi menjadi sorotan utama sepanjang April 2026 karena maraknya penyelewengan, penimbunan, dan penyalahgunaan oleh oknum yang mengakibatkan kelangkaan bagi masyarakat berhak.
Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Morowali, yang berada di Kecamatan Witaponda, tepatnya di Desa Emea, menjadi salah satu tempat para oknum nakal untuk mengambil solar subsidi menggunakan jerigen. Oknum nakal memanfaatkan joki antre dengan biaya sewa perjeriken sehingga membuat petugas SPBU dibuat kewalahan sebab oknum jasa pengantre memakai cara premanisme.
“Harga solar jeriken naik, kami mau mengisi di SPBU terhalangi dengan antrian jeriken. Petugas pompa SPBU tidak bisa berbuat apa-apa juga, daripada ribut sebagai konsumen juga lebih mengambil langkah diam, untung-untung saja kita bisa dapat di SPBU,” Ujar Hendra, salah satu konsumen yang mengantre di SPBU, Emea.
Salah satu masyarakat Witaponda, yang tidak ingin disebutkan namanya, meminta kepada pihak penegak hukum yaitu pihak Polres Morowali, untuk menindak tegas para tengkulak yang melakukan penimbunan setiap jadwal pengisian solar di SPBU Emea
“Situasi ini, cukup berangsur lama. Kalau bisa pihak Polres Morowali berikan efek jerah karena beberapa orang yang miliki modal memonopoli antrean dengan memanfaatkan joki pelangsir kemudian solarnya mereka timbun. Pihak Kepolisian sudah seharusnya melakukan penindakan tegas, penjarakan saja biar isu soal adanya oknum yang bekingi kegiatan mereka itu bisa terjawab,” Imbuh Warga Witaponda.

