Petasia Timur, KABARMORUT.com – Kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa seorang bocah berusia 11 tahun terjadi di poros Jalan Trans Sulawesi, Desa Keuno, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Jumat pagi (28/2/2026). Korban diketahui bernama Qella Maria Clarista, putri kedua dari Teguh Tamanampo, wartawan Obor Motindok morowali Utara.
Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Pasalnya, korban meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan saat hendak menyeberang jalan menuju sekolahnya di SDN Keuno.

Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Molino untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden itu terjadi sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, korban hendak menyeberangi jalan dari arah rumahnya menuju sekolah.
Situasi lalu lintas pagi hari terbilang cukup ramai karena bertepatan dengan jam aktivitas masyarakat.
Tiba-tiba dari arah Desa Solonsa menuju Kolonodale melaju sebuah mobil Toyota Hilux bernomor polisi B 9163 PBH.
Kendaraan tersebut dikemudikan seorang sopir berinisial Krs. Dan mobil tersebut merupakan mobil milik vendor BRI yang hendak mengisi uang di mesin mesin ATM yang ada di wilayah morowali Utara.
Diduga kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju mobil saat korban berada di badan jalan.
Benturan keras pun tak terhindarkan. Korban mengalami luka serius dan langsung dievakuasi oleh warga sekitar untuk mendapatkan pertolongan. Aparat TNI dan kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Mobil milik pengemudi sempat menjadi sasaran amukan massa yang emosi atas kejadian tersebut. Beruntung, Babinsa bersama aparat kepolisian segera mengamankan sopir ke Polsubsektor Petasia. Kehadiran Kapospol Petasia Aiptu Octa bersama Kanit Lantas Aipda Gerpin dan anggota lainnya berhasil meredam situasi sehingga kondisi Desa Keuno kembali aman dan terkendali.
Di saat yang sama, Sahrul atau Heru, Ketua PWI Peduli Sulawesi Tengah yang kebetulan melintas dari arah Morowali menuju Bungku, menyempatkan diri melayat ke rumah duka. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
Heru juga menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan kepada keluarga korban apabila terdapat kendala dalam proses penanganan hukum. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap Teguh Tamanampo sebagai rekan seprofesi dan sesama insan pers.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama di kawasan permukiman dan jalur sekolah. Keluarga korban berharap proses hukum berjalan secara adil dan transparan, serta kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

