Close Menu
kabarmorut.com
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Perempuan Internasional 2026 : Komnas HAM Sulteng Serukan Percepatan Perlindungan Perempuan di Sektor Agraria dan Industri

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:37

Satresnarkoba Polres Morowali Utara Tangkap Satu Pelaku Narkoba dan Menyita Lima Paket Sabu

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:08

Investigasi Pasien Meninggal Pasca Operasi Amandel di RSUD Kolonodale, Komnas HAM Sulteng Temui Keluarga Almarhum Rudin di Tiu

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:53
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
Facebook X (Twitter) Instagram
kabarmorut.comkabarmorut.com
Subscribe
  • Beranda
  • Kabar
    • Hukum dan Keamanan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    • Olahraga
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Nasional
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
kabarmorut.com
Beranda » Hari Perempuan Internasional 2026 : Komnas HAM Sulteng Serukan Percepatan Perlindungan Perempuan di Sektor Agraria dan Industri
Sosial Budaya

Hari Perempuan Internasional 2026 : Komnas HAM Sulteng Serukan Percepatan Perlindungan Perempuan di Sektor Agraria dan Industri

Erny MegaErny MegaSabtu, 7 Maret 2026 - 10:373 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

Palu, KABARMORUT.com – Menyambut Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Sulawesi Tengah memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada aliansi gerakan perempuan yang tergabung dalam Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI), AGRA, SPHP, FPR, dan ILPS Indonesia. Dengan tema besar “#ACCELERATE ACTION”, Komnas HAM Sulteng menegaskan bahwa percepatan pemenuhan hak-hak perempuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan mandat konstitusional yang mendesak untuk dilaksanakan, terutama di tengah kompleksitas konflik agraria dan masifnya pertumbuhan industri di Sulawesi Tengah.

Komnas HAM Sulteng menyoroti bahwa dalam setiap konflik lahan, seperti yang terjadi di PT ANA maupun tambang Poboya, perempuan adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara berlapis.Saat tanah ulayat atau lahan garapan beralih fungsi menjadi konsesi, kaum perempuan kehilangan akses terhadap kedaulatan pangan dan sumber ekonomi keluarga.Kerusakan lingkungan akibat limbah industri dan pertambangan meningkatkan beban domestik perempuan dalam mendapatkan air bersih dan kesehatan keluarga. Komnas HAM mendesak agar verifikasi lahan harus melibatkan perspektif perempuan sebagai pemegang hak yang sah.

Sejalan dengan kampanye Serikat Perempuan Indonesia, Komnas HAM menekankan pentingnya standarisasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang responsif gender.
Di kawasan industri Morowali dan sekitarnya, percepatan aksi harus dilakukan untuk memastikan ruang kerja yang bebas dari pelecehan seksual dan diskriminasi upah.
“Kami mengingatkan setiap perusahaan untuk memberikan hak cuti haid, hamil, dan melahirkan tanpa adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pengurangan hak-hak normatif lainnya,” kata Komnas HAM dalam siaran persnya.

Memperkuat Partisipasi Politik dan Suara Perempuan

Simbol “Obor Justice” dan “Lengan Terkepal” dalam poster perayaan tahun ini melambangkan keberanian perempuan Sulawesi Tengah dalam menuntut keadilan.
Komnas HAM meminta pemerintah daerah di seluruh Sulteng untuk memastikan bahwa kanal-kanal pengaduan kekerasan terhadap perempuan bekerja secara efektif dan tidak bersifat birokratis. Negara harus menjamin keamanan bagi para aktivis perempuan yang berjuang di garda terdepan dalam menyuarakan hak-hak masyarakat termarginalkan.

Desakan Komnas HAM Sulteng
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah: Segera mengakselerasi implementasi kebijakan perlindungan perempuan dan anak di wilayah konflik agraria dan lingkar tambang.
Aparat Penegak Hukum (Polda Sulteng): Mengedepankan pendekatan yang humanis dan sensitif gender dalam menangani kasus-kasus hukum yang melibatkan perempuan sebagai pejuang hak atas tanah.
Sektor Swasta/Korporasi: Menjadikan Gender Equality sebagai pilar utama dalam tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kebijakan internal ketenagakerjaan.
Organisasi Rakyat (SERUNI, AGRA, dll): Teruslah menjadi nyala obor yang mengingatkan negara akan kewajibannya. Komnas HAM Sulteng selalu terbuka untuk menjadi mitra dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

“Hari Perempuan Internasional 2026 bukan sekadar seremoni bunga dan ucapan selamat. Di Sulawesi Tengah, ini adalah momentum untuk #AccelerateAction—mempercepat langkah nyata melindungi para perempuan penenun, petani, dan buruh pabrik. Tanpa perlindungan hak perempuan, pembangunan di negeri ini hanyalah kemajuan yang pincang,” tegas Livand Breemer, Kepala Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah

Share. Facebook WhatsApp Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Erny Mega

Related Posts

Polres Morowali Utara Bersama Bhayangkari Cabang Morut Berbagi Takjil Gratis

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:07

Polres Morowali Utara Gelar Buka puasa bersama Insan Pers dan Santuni Anak Yatim

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:57

PT CAN Perkuat Layanan Posyandu Berbasis ILP di Tiga Desa Binaan

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:19
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-Jurnalis.mp4
https://www.kabarmorut.com/wp-content/uploads/2024/08/Rumah-jurnalis2.mp4
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Imigrasi Morowali (@imigrasimorowali)

kabarmorut.com
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
© 2026 PT MOROWALI CITRA MEDIA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.